11.1.16

musim kesekian

entah musim keberapa dari hidupku yang
kusiakan.

aku mengamati nafasmu kali ini. dengan
lekat. tanpa sekat. sesekali mengalah
pada angin yang mengecup rambutmu.

mungkin benar. waktu bisa menjebak
rasa. pada rindu yang tak bisa kita
samarkan. sekalipun telah kehabisan cara
untuk menyerah.

yang tak kau tahu, aku menggigil disini.
karena hatimu yang masih saja dingin.

No comments: