19.10.14

menyeruput rindu

menikmati kenang sembari menyeruput segelas rindu
hangat dengan wajah embun membayang di jendela
kamar.

padahal tadi kulihat senja sedang nyaman duduk di sana.

ah, mungkin ada mimpi yang
kau selipkan dibawah
nya.

kepada: malam

rebahkan saja.
mari menyerah untuk fajar esok.
selalu ada tanganku yang siap katakan, "takut tak berarti kamu lemah".

aku rindu

5.10.14

malam rabu

aku suka malam rabu.
tak perlu berlari, akan kutunggu.
sekalipun tubuhku kaku karena dingin di malam buta.

seringsering saja meniup wajahku
supaya aku tak pernah lupa.

lelayang 2

aku ini bodoh
memuja lelayang yang sudah menemukan angin lain.
harusnya dari dulu kudengarkan katakatamu, "kita bisa berbagi".

egoku, bahwa hanya aku yang merasa dan tahu apa itu rasanya.
egoku, bahwa apa yang aku inginkan harusnya aku dapatkan.
harusnya.

yah,
kenapa harus menjadi bodoh terus-menerus, bukan?
ini sudah genap. sudah semua.

aku siap berkemas pada keretamu.

4.6.13

cerita tengah malam

malam telah menggelayut manja di pelupuk mata. tapi senja seolah masih memanggil untuk kembali.

melihatmu, adalah warna.
menggenggammu adalah rasa.
bersamamu, adalah hidup.
dan bintang, adalah jawaban.
walau jejak yang aku tinggalkan disini selalu tak serupa jejakmu.

tapi tenanglah. hujan akan datang. dan memeluk kita.
seperti ceritacerita yang pernah kita tulis di ingatan.

aku mencintaimu. dan bintangku.
dan akan tetap seperti itu adanya.