sayang...
bukankah rembulan masih tersipu
dan kelunya malam menggugah kita untuk bercerita
tentang pelangi
tentang kesederhanaan langit
yang membawa pada surga kecil kita
rengkuh nafasku dalamdalam
rasakan tiap sisi terindah
dengar hati ini ucap untaian kata:
“aku mencintaimu”
sayang...
biarlah rekahan fajar terbentuk pagi nanti
dengan senyuman penuh sang mentari
dan burungburung bersenandung tanpa lirih
cinta tetap kita bawa disini
dan aku percaya
tulang rusukku adalah kamu
16.12.08
teruntuk: sang masa depanku
mencumbu pelaminan
terpaut janji
dalam kenang rindu
sebuah kesetiaan:
mengalun indah dalam simfoni
beratasnamakan cinta
sebuah kepastian:
yang cair oleh senyuman
dan berakhir dengan pelangi
sayang, mari mencumbu pelaminan kita
dalam kenang rindu
sebuah kesetiaan:
mengalun indah dalam simfoni
beratasnamakan cinta
sebuah kepastian:
yang cair oleh senyuman
dan berakhir dengan pelangi
sayang, mari mencumbu pelaminan kita
10.12.08
deja vu
sekuntum imaji
goyahkan pikirku
:aku bukan aku?
sekelibat pikir
terekam jelas
(tak asing)
tergeserkah dimensi?
hingga kini serasa silam
sepertinya aku pernah melewati waktu ini
goyahkan pikirku
:aku bukan aku?
sekelibat pikir
terekam jelas
(tak asing)
tergeserkah dimensi?
hingga kini serasa silam
sepertinya aku pernah melewati waktu ini
musnahnya janji sang mentari
janji hanyalah janji
hanya goresan kata pada imaji pikir
sepagi ini
mega geluti langit
dengan muramnya
alam yang bernaung
goreskan satu tanya:
dimana mentari?
ia hanya menjawab:
“untuk apa aku menyinari
jika tak ada yang menghargai”
(dan ia pun pergi)
hanya goresan kata pada imaji pikir
sepagi ini
mega geluti langit
dengan muramnya
alam yang bernaung
goreskan satu tanya:
dimana mentari?
ia hanya menjawab:
“untuk apa aku menyinari
jika tak ada yang menghargai”
(dan ia pun pergi)
gores waktu: titik jenuh
hanya rindu yang akan bertamu pada kenang
naïf memang
jika harus terhenti
pada satu masa
saat siasia mengharap jawab
yang terucap hanya satu pikir:
titik jenuh
lihat saja..
mentari telah ingkari janji bukan?
mungkin hatiku juga
gerbang waktu telah tertutup
jangan tunggu aku disana
naïf memang
jika harus terhenti
pada satu masa
saat siasia mengharap jawab
yang terucap hanya satu pikir:
titik jenuh
lihat saja..
mentari telah ingkari janji bukan?
mungkin hatiku juga
gerbang waktu telah tertutup
jangan tunggu aku disana
Subscribe to:
Posts (Atom)