telah banyak pesan aku
titipkan pada lembarlembar kertas
usang yang mungkin telah
menjadi tak berharga
juga banyak lelah yang
aku lukis pada barisan awan
hitam yang melekat di pundak
mu
tapi tak sedikitpun pesan itu
kembali padaku disini
atau mungkin ia telah
menjelma menjadi
dirimu?
(awal november 2009)
8.11.09
27.10.09
9.10.09
pesan #3
awal oktober
aku menggores penaku dalam
keremangan. jenuh
entah untuk mencuri waktu atau
hanya mengecup sepi yang lelah aku
kejar.
tapi jarak begitu angkuh
mengurungku dalam resah. tanpa alur.
dan rindu telah menghitamkan nadiku
disini. seperti ucapmu.
aku akan tetap bernafas hingga
saat kita terhenyak
nanti.
aku menggores penaku dalam
keremangan. jenuh
entah untuk mencuri waktu atau
hanya mengecup sepi yang lelah aku
kejar.
tapi jarak begitu angkuh
mengurungku dalam resah. tanpa alur.
dan rindu telah menghitamkan nadiku
disini. seperti ucapmu.
aku akan tetap bernafas hingga
saat kita terhenyak
nanti.
24.9.09
pesan #2
aku menggenggam catatan kecil tentang
pesan yang tak lagi terbaca di tanganku
yang padaku telah terhapus semua
cerita tentang aku yang dulu
karena sejauh ini aku hanya mampu
bergumam pada detak nadiku sendiri
lalu..
apa aku tak berhak untuk
memecah takdir di sisa perjalanan
ku?
pesan yang tak lagi terbaca di tanganku
yang padaku telah terhapus semua
cerita tentang aku yang dulu
karena sejauh ini aku hanya mampu
bergumam pada detak nadiku sendiri
lalu..
apa aku tak berhak untuk
memecah takdir di sisa perjalanan
ku?
pesan
di tiap renyah heningku
tak henti aku menjejak nafas dalam
nadimu
tak henti aku menjejak nafas dalam
nadimu
Subscribe to:
Posts (Atom)