27.1.12

tak perlu

sayang..
tak perlu menunggu malam. ia
takkan pernah datang. sebab aku telah
lebih dulu membunuh

senja

9.12.11

bintang

adalah seorang satria. yang padamu.
pada kita.
dititipkan. kini menjadi bagian dari mimpimimpi kita.


tadinya, aku tak mampu melukiskan ketidakmungkinan. seperti menebak masa depan. menyusun hidup yang menggumpal di balik ombak. atau memungut rindu yang tersangkut di ranting

tapi melihatnya, adalah tentang ketidakmungkinan. menjadi mungkin.
adalah kesempurnaan.
tanpa spasi. tanpa apaapa

dan biarlah jika ia mencipta airmata. miliknya.
nanti.
karena memang itu cara menyapa dunianya. menyapa kita.

janji telah tergenapi. pada hari yang tersenyum di awal bulan keduabelas. tepat di larik akhir senja yang jingga.

untuk dia, yang kita sebut: bintang

26.11.11

jika saja

/1/
aku temukan rapuh yang semakin
rapi menggantung di matamu.

/2/
ada cerita yang pernah kautuliskan
lirih dalam selembar kertas
buram. kutemukan tinta yang perlahan
memudar.

aku: perih?

/3/
aku tetap berdiri. di sini.
di atas setiaku.
hingga entah yang kesekian.

/4/
jika saja kau tahu

hatiku.

lelayang

neng..
ingatkah kau tentang lelayang yang kau hempas saat itu
yang padanya kau titipkan rindu dan semua
masa yang semakin jauh

kutemukan lagi lelayang itu. dan benar
rindu itu telah menghitam
luntur bersama bayangbayang
tangis yang pernah kau jejak disana

aku tak ingin kau tahu. walau kau memohon untuk itu

kau salah. saat kau pikir dunia akan menendangmu jauh dari sini
saat kau pikir tak juga aku yang akan menangkup letihmu
tapi aku mampu neng. aku mampu

tentangmu akan kuurai lagi semua. kurangkai kembali satupersatu
seperti duapuluhempat mimpi yang sempat kita bicarakan
dulu
yang mungkin perlahan telah terlupakan olehmu

neng..
maukah kini
menjadi bagian dari mimpimimpi kita lagi?
kita coba. namun aku tak ingin karena terpaksa

aku masih merekam kenang tentangmu
disini
sudah genap bukan?

17.11.11