malam telah menggelayut manja di pelupuk mata. tapi senja seolah masih memanggil untuk kembali.
melihatmu, adalah warna.
menggenggammu adalah rasa.
bersamamu, adalah hidup.
dan bintang, adalah jawaban.
walau jejak yang aku tinggalkan disini selalu tak serupa jejakmu.
tapi tenanglah. hujan akan datang. dan memeluk kita.
seperti ceritacerita yang pernah kita tulis di ingatan.
aku mencintaimu. dan bintangku.
dan akan tetap seperti itu adanya.
4.6.13
cerita tengah malam
27.1.12
tak perlu
sayang..
tak perlu menunggu malam. ia
takkan pernah datang. sebab aku telah
lebih dulu membunuh
senja
tak perlu menunggu malam. ia
takkan pernah datang. sebab aku telah
lebih dulu membunuh
senja
9.12.11
bintang
adalah seorang satria. yang padamu.
pada kita.
dititipkan. kini menjadi bagian dari mimpimimpi kita.
tadinya, aku tak mampu melukiskan ketidakmungkinan. seperti menebak masa depan. menyusun hidup yang menggumpal di balik ombak. atau memungut rindu yang tersangkut di ranting
tapi melihatnya, adalah tentang ketidakmungkinan. menjadi mungkin.
adalah kesempurnaan.
tanpa spasi. tanpa apaapa
dan biarlah jika ia mencipta airmata. miliknya.
nanti.
karena memang itu cara menyapa dunianya. menyapa kita.
janji telah tergenapi. pada hari yang tersenyum di awal bulan keduabelas. tepat di larik akhir senja yang jingga.
untuk dia, yang kita sebut: bintang
pada kita.
dititipkan. kini menjadi bagian dari mimpimimpi kita.
tadinya, aku tak mampu melukiskan ketidakmungkinan. seperti menebak masa depan. menyusun hidup yang menggumpal di balik ombak. atau memungut rindu yang tersangkut di ranting
tapi melihatnya, adalah tentang ketidakmungkinan. menjadi mungkin.
adalah kesempurnaan.
tanpa spasi. tanpa apaapa
dan biarlah jika ia mencipta airmata. miliknya.
nanti.
karena memang itu cara menyapa dunianya. menyapa kita.
janji telah tergenapi. pada hari yang tersenyum di awal bulan keduabelas. tepat di larik akhir senja yang jingga.
untuk dia, yang kita sebut: bintang
kategori:
bintang,
coretan tangan,
puisi,
teruntuk
26.11.11
jika saja
/1/
aku temukan rapuh yang semakin
rapi menggantung di matamu.
/2/
ada cerita yang pernah kautuliskan
lirih dalam selembar kertas
buram. kutemukan tinta yang perlahan
memudar.
aku: perih?
/3/
aku tetap berdiri. di sini.
di atas setiaku.
hingga entah yang kesekian.
/4/
jika saja kau tahu
hatiku.
aku temukan rapuh yang semakin
rapi menggantung di matamu.
/2/
ada cerita yang pernah kautuliskan
lirih dalam selembar kertas
buram. kutemukan tinta yang perlahan
memudar.
aku: perih?
/3/
aku tetap berdiri. di sini.
di atas setiaku.
hingga entah yang kesekian.
/4/
jika saja kau tahu
hatiku.
lelayang
neng..
ingatkah kau tentang lelayang yang kau hempas saat itu
yang padanya kau titipkan rindu dan semua
masa yang semakin jauh
kutemukan lagi lelayang itu. dan benar
rindu itu telah menghitam
luntur bersama bayangbayang
tangis yang pernah kau jejak disana
aku tak ingin kau tahu. walau kau memohon untuk itu
kau salah. saat kau pikir dunia akan menendangmu jauh dari sini
saat kau pikir tak juga aku yang akan menangkup letihmu
tapi aku mampu neng. aku mampu
tentangmu akan kuurai lagi semua. kurangkai kembali satupersatu
seperti duapuluhempat mimpi yang sempat kita bicarakan
dulu
yang mungkin perlahan telah terlupakan olehmu
neng..
maukah kini
menjadi bagian dari mimpimimpi kita lagi?
kita coba. namun aku tak ingin karena terpaksa
aku masih merekam kenang tentangmu
disini
sudah genap bukan?
ingatkah kau tentang lelayang yang kau hempas saat itu
yang padanya kau titipkan rindu dan semua
masa yang semakin jauh
kutemukan lagi lelayang itu. dan benar
rindu itu telah menghitam
luntur bersama bayangbayang
tangis yang pernah kau jejak disana
aku tak ingin kau tahu. walau kau memohon untuk itu
kau salah. saat kau pikir dunia akan menendangmu jauh dari sini
saat kau pikir tak juga aku yang akan menangkup letihmu
tapi aku mampu neng. aku mampu
tentangmu akan kuurai lagi semua. kurangkai kembali satupersatu
seperti duapuluhempat mimpi yang sempat kita bicarakan
dulu
yang mungkin perlahan telah terlupakan olehmu
neng..
maukah kini
menjadi bagian dari mimpimimpi kita lagi?
kita coba. namun aku tak ingin karena terpaksa
aku masih merekam kenang tentangmu
disini
sudah genap bukan?
Subscribe to:
Posts (Atom)